TAJUK RENCANA (Bahan Ajar)

Posted by: Didin Wahyudin / Category:


TAJUK RENCANA

Tajuk rencana adalah artikel pokok dalam surat kabar yang merupakan pandangan redaksi terhadap peristiwa yang sedang menjadi pembicaraan pada saat surat kabar itu diterbitkan. Dalam tajuk rencana biasanya diungkapkan adanya informasi atau masalah aktual, penegasan pentingnya masalah, opini redaksi tentang masalah tersebut, kritik dan saran atas permasalahan, dan harapan redaksi akan peran serta pembaca.

 

Ciri-ciri

  • Berisi opini redaksi tentang peristiwa yang sedang hangat dibicarakan
  • Berisi ulasan tentang suatu masalah yang dimuat
  • Biasanya berskala nasional, berita internasional dapat menjadi tajuk rencana, apabila berita tersebut memberi dampak kepada nasional
  • Tertuang pikiran subyektif redaksi

Aspek-Aspek yang menjadi fokus dalam tajuk utama

  • Judul
  • Latar Belakang Masalah
  • Tokoh
  • Masalah
  • Peristiwa yang Disampaikan
  • Opini Penulis
  • Saran dan Solusi Permasalahan
  • Kesimpulan
  • Sumber Berita
  • Anggota Redaksi (Sumber Wikipedia)

 

MEMBACA TAJUK RENCANA

Tajuk rencana merupakan karangan utama atau karangan pokok dalam surat kabar, majalah, atau tabloid. Tajuk rencana membahas masalah atau informasi yang sedang hangat berkembang dalam masyarakat. Tujuan utama penulisan tajuk rencana adalah menyampaikan tulisan disertai dengan argumentasi dan logika yang jelas. Bahkan, untuk memperjelas pandangan penulis dalam tajuk rencana disertakan fakta pendukung.

Lyli Spencer menyatakan, “Tajuk rencana sebagai pernyataan mengenai fakta dan opini secara singkat, logis, menarik ditinjau dari segi penulisan dan bertujuan untuk mempengaruhi pendapat, atau memberikan interpretasi terhadap suatu berita yang menonjol sebegitu rupa, sehingga bagi kebanyakan pembaca surat kabar akan menyimak pentingnya arti berita yang ditajukkan tadi.”

Unsur-unsur pokok dalam tajuk rencana adalah: PADAT, LOGIS, SINGKAT, MENARIK, BERTUJUAN MEMPENGARUHI PEMBACA.

Penulisan tajuk rencana dimaksudkan untuk:
Menjelaskan berita
Penulis tajuk rencana bebas memberikan interpretasinya untuk menjelaskan sesuatu berita kepada pembaca.
Mengisi latar belakang
Tajuk rencana diarahkan pada berita yang berkaitan dengan kenyataan-kenyataan sosial lainnya. Penulis tajuk rencana dapat melengkapi tulisannya dengan faktor-faktor lain yang mempengaruhinya.
Meramalkan masa depan
Penulis tajuk rencana mengemukakan analisisnya tentang akibat atau apa yang akan terjadi di masa depan atas suatu peristiwa.
Merumuskan suatu penilaian moral
Penulis tajuk rencana diharapkan dapat memberikan penilaian dan argumentasi atas penilaiannya. Penilaian yang diberikan didasarkan pada sikapnya terhadap suatu peristiwa.

Macam-macam tajuk rencana berdasarkan isinya: (1) Tajuk rencana yang memberikan informasi. (2) Tajuk rencana yang menjelaskan. (3) Tajuk rencana yang memberikan argumentasi. (4) Tajuk rencana yang menjuruskan timbulnya aksi. (5) Tajuk rencana yang bersifat jahat. (6) Tajuk rencana yang membujuk. (7) Tajuk rencana yang memuji. (8) Tajuk rencana yang menghibur

Penulisan tajuk rencana pada surat kabar ataupun majalah di Indonesia umumnya dilakukan oleh pemimpin redaksi. Sering juga ditunjuk seorang wartawan yang dipercaya oleh pemimpin redaksi. Surat kabar tertentu juga kadang memuat tajuk rencana dari surat kabar lain. Tajuk rencana ini disebut tajuk rencana tamu (quest editorial). Hal ini dilakukan bila tajuk rencana tersebut mendukung kebijaksanaan yang dipegang oleh surat kabar itu.

Tajuk rencana umumnya merupakan tulisan beropini dan merupakan kedalaman analisa. Untuk itu penulis tajuk rencana harus berwawasan luas dan mempunyai rujukan yang lengkap. Sikap bijaksana perlu dimiliki serta tidak mudah berprasangkah. Ia juga harus mampu membuat analisa yang logis dan mantap dalam mengemukakan argumentasinya dengan bahasa yang baik. Penulis tajuk rencana sedapat mungkin adalah wartawan yang sudah berpengalaman dalam menulis berita.

Arthur C. Johnson berpendapat, ”Pernyataan dalam tajuk rancana hanya dapat membentuk pendapat umum jika ia melayani kepentingan publik, tidak takut-takut, berani, tidak berprasangkah, dan bersistem. Tajuk rencana haruslah dilandaskan pada kebijaksanaan yang masuk akal dan berdasarkan pengalaman yang lama serta tidak bertujuan untuk menyerang.” Pandangan ini dapat dijadikan pegangan dalam menulis tajuk rencana, terutama penulis tajuk rencana untuk tetap berdasarkan kepada kebijaksanaan yang masuk akal, dan berdasarkan pengalaman yang lama, serta tidak dimaksudkan untuk menyerang dan memojokkan pihak tertentu.
 Sumber : http://sejarahartikel.blogspot.com/

Teknik menulis tajuk rencana

a.Arti dan fungsi tajuk rencana
Secara teknis jurnalistik, tajuk rencana diartikan sebagai opini redaksi berisi aspirasi, pendapat, dan sikap resmi media pers terhadap persoalan potensial, fenomenal, aktual dan atau kontroversial yang terdapat dalam masyarakat.
Suara tajuk rencana bukan suara perorangan atau pribadi melainkan suara kolektif seluruh wartawan dan karywan dari suatu lembag penerbitan pers. Apa pun yang dibahas atau diulas, tajuk rencana tidak boleh mengeyampingkan pendapat redaksi.

Menurut William Pinkerton, fungsi tajuk rencana yaitu :
1.menjelaskan berita, sebagai guru, menerangkan bagaimana suatu kejadian berlangsung
2.menjelaskan latar belakang, menghubungkan sebuah cerita dengan sesuatu yang telah terjadi sebelumnya.
3.meramalkan masa depan, menyajikan analisis.
4.menyampaikan pertimbangan moral, mempertahankan kata hati masyarakat.

b.Jenis-jenis tajuk rencana
1.memberikan informasi semata. Jarang dijumpai.
2.menjelaskan, hampir sama dengan interpretasi berita.
3.memberikan argumentasi, analitis sebab akibat suatu persitiwa.
4.menjuruskan timbulnya aksi.
5.bersifat jihad. Umumnya datang berturut-turut dan dengan sikap yang jelas.
6.bersifat membujuk, untuk mengambil tindakan atau pendapat umum.
7.bersifat memuji.
8.bersifat menghibur.

c.Tahapan menulis tajuk rencana
Pencarian ide dan topik berita berdasar geografi dan dampak
Seleksi dan penetapan topik, harus sesuai dengan klasifikasi penerbitan.
Pembobotan substansi materi dan penetapan tesis, mengisi topik dengan pendapat-pendapat dari tim editorial.
Proses pelaksanaan penulisan, ditunjuk satu orang dari tim editorial, gaya bahasa harsu selalu sama.

a.Kriteria topik tajuk rencana
Sebagai mahkota media, tajuk dipilih dengan sangat selektif. Kriterianya adalah :
Aktual atau kontroversial
Sesuai kebijakan media
Sejalan dengan kualifikasi dan fokus sirkulasi
Berpijak pada kaidah jurnalistik
Tidak bertentangan dengan aspek yang berlaku dalam masyarakat
Berorientasi pada nilai-nilai luhur perdaban.

b.Tesis tajuk rencana
Tesis adalah pendapat utama dari keseluruhan uraian tajuk rencana. Tesis disebut juga kesimpulan.
Tesis terbuka, apabila tesis dirumuskan dalam rangkaian kaliamt ringkas, lugas, dan tegas tersurat. Pembaca dihapadkan pada pilihan menerima atau menolak tesis yang ditawarkan. Tesisi tertutup, kebalikan dari tesis terbuka.

c.Judul tajuk rencan
Pertama, bagi tajuk itu sendiri, jati diri, tidak anonim, dll.
Kedua, bagi pembaca, judul pemicu daya tarik pembaca untuk tajuk rencana kita.
Syarat judul tajuk rencana :
Provokatif, harus mampu membangkitkan minat dan perhatian khalayak terhadap uraian tajuk rencana kita.
Singkat padat, langsung pada pokok pembicaraan dan sesuai kolom yang tersedia.
Relevan, tidak menyimpang dari topic.
Fungsional, setiap kata bersifat mandiri.
Informal, atraktif, hidup, segar.
Statistic, penyederhanaan masalah serta pemebrian makan terhadap deretan angka.

d.Teori ANSVA dan Teori SEES
1. ANSVA
Attention, menarik minat baca
Need, memenuhi kebutuhan pembaca
Satisfaction, memuaskan kekritisan dan kelogisan pembaca.
Visualization, paparan yang mudah dipahami.
Action, kecepatan dan kesederhanaan.

2. SEES
Statement, lontarkan pernyataan singkat yang menggugah pembaca
Explantion, beri penjelasan pernyataan singkjat tersebut
Example,yakinkan pernyataan tersebut dengan contoh
Summary, ikat hati khalayak dengan kesimpulan

6. Mengenali karakteristik pers
Pers mengandung dua arti, sempit dan luas. Dalam arti sempit, pers hanya menunjuk pada media cetak berkala, sedangkan dalam arti luas, pers bukan hanya menunjuk pada media cetak berkala melainkan juga mencakup media elektronik auditif dan media elektronik audio visual.
Sumber : http://bachtiarhakim.wordpress.com/

Contoh  : TAJUK RENCANA
Kamis, 6 Mei 2010 | 04:35 WIB

Pengunduran Sri Mulyani
Reaksi atas pengunduran diri Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dari kabinet bermacam-macam, tetapi kebanyakan sangat terkejut.
Tidak sedikit yang spontan bergumam dan berdesah, dunia mengakui dan mengambil manfaat dari kemampuan Sri Mulyani, tetapi mengapa kurang atau tidak dihargai di dalam negeri sendiri.
Suara desahan bertambah, lebih-lebih setelah beredar luas berita Sri Mulyani ditawar Bank Dunia menduduki posisi strategis sebagai direktur pelaksana. Tawaran itu menunjukkan pengakuan dunia atas kemampuan dan reputasi Sri Mulyani dalam bidang keuangan.
Jika Sri Mulyani menerima tawaran itu, tampaknya bukan karena pertama-tama tergoda dengan jabatan strategis dan bergengsi di Bank Dunia, melainkan lebih karena kegaduhan politik dalam negeri yang tampaknya banyak menghambatnya dalam berkinerja secara optimal.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sendiri di hadapan media massa menyatakan menerima pengunduran diri Sri Mulyani. Penggantinya belum diumumkan. Tidak dikemukakan secara rinci oleh Presiden ataupun oleh Sri Mulyani sendiri tentang alasan pengunduran dirinya.
Namun, tak terhindarkan muncul berbagai spekulasi dan interpretasi yang mengaitkan langkah Sri Mulyani dengan kegaduhan politik sekitar kasus Bank Century. Kegaduhan kasus aliran dana talangan Rp 6,7 triliun kepada Bank Century telah menguras tenaga dan waktu pemerintah, terutama mantan Gubernur Bank Indonesia Boediono, yang kini Wakil Presiden, dan Menkeu Sri Mulyani.
Terlepas dari proses hukum yang sedang berlangsung di Komisi Pemberantasan Korupsi atas kasus Bank Century, pengunduran diri Sri Mulyani dipandang oleh para pengamat sebagai ekspresi integritas tinggi seorang tokoh di tengah budaya yang cenderung memuja kekuasaan. Amat jarang dalam sejarah Indonesia seorang pejabat tinggi melepaskan kedudukannya untuk menjaga kredibilitas dan integritas dirinya.
Suka atau tidak, Sri Mulyani merupakan salah satu anggota kabinet yang sosoknya mencolok karena kinerja, reputasi, dan kemampuannya yang tinggi. Ia menjadi satu dari sedikit perempuan Indonesia yang kiprahnya diakui luas pada tingkat kawasan ataupun dunia.
Sebagai pribadi yang ikut melambungkan citra Indonesia di panggung dunia, pengunduran diri Sri Mulyani dari kabinet merupakan sebuah kerugian. Sudah menjadi kegelisahan juga, bagaimana kelanjutan reformasi birokrasi di Kementerian Keuangan. Sri Mulyani bersikap tegas dalam upaya membereskan bidang perpajakan dan pabean.
Sekalipun banyak yang gelisah atas pengunduran dirinya, tidak sedikit pula yang berharap setelah terbang setinggi-tingginya sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia, Sri Mulyani pada saatnya nanti akan kembali hinggap ke kubangan untuk mendedikasikan kemampuannya bagi kemajuan Indonesia.

 

Semoga Bermanfaat


2 komentar:

  1. putricpermatagoblog Says:

    thanks infonya :)
    very usefull for me :)

  1. Didin Wahyudin Says:

    OK.. masama-sama.. kunjungi yg sring.. yach.

Poskan Komentar

Silahkan Isi Formulir Komentar. Terimakasih